Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan sehingga saya
dapat menyelesaikan artikel ini. Tanpa pertolongan-Nya tentunya saya tidak akan
sanggup untuk menyelesaikan artikel ini dengan baik. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW
yang saya nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya,
baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan artikel tentang Mengenal Lebih Dekat HV/AIDS.
Demikian, dan
apabila terdapat banyak kesalahan pada artikel ini penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
MENGENAL LEBIH
DEKAT HIV/AIDS
Sebelum
mengenal lebih dekat apa itu AIDS, menurut sepengetahuan anda
AIDS itu apa sih ?
AIDS itu
singkatan dari Acquired Immune Defiency
Syndrome (sindrom cacat dapatan pada imunitas). Ini adalah infeksi virus
yang bisa menyebabkan kerusakan yang parah dan tidak bisa di obati pada system
imunitas, sehingga korbannya terbuka terhadap infeksi dan kanker tertentu.
Apakah
sebenarnya sistem imunitas itu ?
Sistem imunitas terdiri dari suatu rangkaian struktur di
seluruh tubuh yang melindungi kita dari infeksi. Karena dalam banyak hal serupa
tubuh yang mengenali penyerbu asing dan menonaktifakan penyerbu itu.
Jenis
imunitas yang menjadi perhatian kita sehubungan dengan AIDS adalah yang
dihasilkan oleh sel darah putih yang di kenal sebagai limfosit. Fungsi imunitas sel ini dibagi menjadi dua jenis, humoral
dan selular. Sistem imunitas humoral berasal dari limfosit B (berasal dari
bursa) yang menghasilkan bahan kimia (anti bodi) yang khususnya
menonaktifkan penyerbu asing sistem imunitas selular berasala dari limfosit T (berasal dari timus) yang menghasilkan suatu variasi kurir kimiawi,
dan bisa menyebabkan kebinasaan aktual virus penyerbu. Limfosit T lebih jauh menurut fungsi mereka: pertama, yang terutama
bertanggung jawab untuk membunuh atau menetralkan organism penyerbu dan, kedua,
sel pembantu, yang mengkoordinasi peranan semua sel imunitas. Sel limfosit T
pembantu ini (dikenal sebagai T pembantu)
adalah sel yang secara spesifik terinfeksi oleh HTLV-III.
Karena
limfosit T pembantu rusak akibat terinfeksi oleh virus HTLV-III, maka
komunikasi dalam sistem imunitas terganggu. Akibatnya sistem imunitas bisa
rusak dan tidak bisa di perbaiki lagi.
Lalu bagaimana awal mula penyebaran dari virus
AIDS di Indonesia ?
Kasus AIDS pertama
di Indonesia dilaporkan dari Bali pada bulan April 1987. Penderitanya yaitu seorang
wisatawan Belanda, yang meninggal di salah satu RSUP SANGLAH di Bali akibat
infeksi sekunder pada paru-parunya. Sebenarnya pada tahun 1985, sudah ada
beberapa pasien Rumah Sakit Islam Jakarta yang diduga menderita AIDS. Oleh
karena kasus pertama kali ditemukan pada seorang homoseksual, ada dugaan bahwa
pola penyebaran HIV/AIDS di Indonesia serupa dengan di negara-negara lain. Sampai
dengan akhir tahun 1990, peningkatan kasus HIV/AIDS nampaknya masih dianggap
belum mengkhawatirkan oleh banyak pihak, tetapi sejak awal tahun 1991, waktu
yang di butuhkan peningkatan kasus HIV/AIDS menjadi dua kali lipat (doubling time) sudah kurang dari
setahun. Bahkan selama triwulan pertama pada tahun 1993 sudah terjadi
peningkatan kasus HIV/AIDS secara eksponensial. Sampai dengan akhir 1996, kasus
HIV/AIDS yang tercatat di Depkespusat berjumlah 501 orang, terdiri dari 119
kasus AIDS dan 382 HIV+, yang di laporkan dari 19 provinsi.
Jumlah kasus HIV/AIDS yang mampu
direkam oleh Depkes dianggap oleh banyak pihak masih rendah apalagi kalau
dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang pada akhir 1996 sudah
mendekati 200 juta. Data ini janagn membuat kita terlena. Sampai saat ini masih
ad sikap memungkiri (denial attitude) akan besarnya potensi penularan HIV/AIDS
di Indonesia.
Penyebaran
HIV/AIDS di Indonesia memiliki dua pola setelah masuk pada tahun 1987 sampai
dengan 1996. Pada awalnya hanya muncul pada kelompok homoseksual. Pada tahun 1990,
model penyebaran virusnya melalui hubungan seks heteroseksual. Presentase
terbesar pengidap HIV/AIDS ditemukan pada kelompok usia produktif (15-49
tahun): 82,9%, sedangkan kecenderungan cara penularannya yang paling banyak
adalah melalui hubungan seksual berisiko (95.7%), yang terbagi dari
heteroseksual 62,6% dan pria homoseksual/biseksual 33,1%. (Stranas 1994).
Pada
tahun 2013 kasus HIV cenderung meningkat secara lambat bahkan sejak tahun 2012
jumlah kasus AIDS mulai turun. Jumlah kumulatif penderita HIV dari tahun 1987
sampai tahun September 2014 sebanyak 150.296 orang, sedangkan total kumulatif
AIDS sebanyak 55.799 orang.
Penyebab
HIV/AIDS
AIDS disebabkan
oleh human immunodeficiency virus
(HIV). HIV yang masuk ke dalam tubuh akan menghancurkan sel CD4. Sel CD4 adalah
bagian dari pada sel darah putih yang mampu melawan infeksi. Semakin sedikit
sel CD4 dalam tubuh, maka semakin lemah pula sistem kekebalan tubuh seseorang
itu tersebut. Dan adapula selain dari virus cara penularannya saat darah,
sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh
orang lain. Penyebab lainnya bisa saja melalui hubungan seks yang selalu
berganti gantian pasangan, berbagi jarum suntik dan transfuse darah.
HIV/AIDS sendiri
tidak akan mudah tertular jika melalui kontak kulit jabah tangan, atau
berpelukan dengan si penderita. Penularan juga tidak terjadi melalui ludah atau
bibir, kecuali bila penderita mengalami sariawan, gusi yang berdarah, atau
terdapat luka terbuka di mulut.
Pencegahan
HIV/AIDS
1. Memberikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja, dewasa muda, keluarga dan pasien tentang bahaya penularan dan perawatan pasien.
2. Anjurkan bagi yang telah terinfeksi virus ini untuk tidak mendonorkan darahnya organ atau cairan semen’ dan mengubah kebisaan seksual guna mencegah terjadinya penularan.
3. Gunakan kondom lateks dengan pelumas yang larut air dan mengandung spermisida nonoxynol-9.
4. Jangan menggunakan jarum suntik, pisau cukur, sikat gigi, atau barang-barang ayng terkontaminasi darah, bersama dengan orang lain.
5. Jika wanita disarankan tidak hamil, dan apabila sudah hamil konsultasikan dengan dokter untuk pencegahan penularan kejanin (pemberian obat ARV {obat anti retroviral}).
6. Anjurkan keluarga ikut serta dalam memberikan dukungan psikososial dan dukungan agama kepada penderita.
7. Beri asupan nutrisi yang mempunyai nilai gizi yang lebih baik dan tambahan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh
8. Tidur yang cukup dan selalu menjaga kebersihan
9. Bergabung dengan anggota odha
Demikanlah artikel ini yang dapat saya
sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih
Referensi:
Ramaiah,
Savitri. 2008. HIV AIDS. New Delhi: Sterling Publisher (P) Ltd.
Willy, Tjin. 2018. “Penyebab HIV/AIDS” https://www.alodokter.com/hiv-aids/penyebab,
diaskes pada 18 Oktober 2018 pukul 22.15 Wib.